Curhat Neneng Untuk Kang Ujang

Cerita Lucu Banget – KAKANDA, suamiku sayang, aku baru menyadari kalau ternyata pesona Piala Dunia telah mampu mengalahkan pesona kecantikanku yang selama ini kubanggakan. Aku mesti menerima satu kekalahan kehilangan cintamu. Kau sudah jatuh cinta kepada Piala Dunia, seolah-olah kau sudah tak menginginkan aku lagi kelak setelah Piala Dunia berakhir.

Tanggal 9 Juni seolah hari yang paling dinanti. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Kau berusaha naik ke atap rumah dengan bantuan taraje, yang kau pinjam dari tetangga sebelah rumah, untuk mengatur posisi antena tv supaya nanti kau bisa nonton tanpa gangguan ‘semut’. Aku juga mendengar bagaimana anak laki-laki kita berteriak-teriak dari bawah, ‘Teruuuss, terruusss, sireuman keneeeehhh, heuuuup-heuuuup, cekassss, cekaaass.’ Lalu, kau cepat tuturubun dari suhunan untuk memastikan layar tv-mu memang sudah betul-betul bebas dari ‘sireum’.

Selepas jumaahan, kau diam-diam pergi tanpa pamit. Saat pulang kau angkaribung dengan ‘kursi malas’ yang dilengkapi meja kecil. Ah, belakangan baru aku tahu, itu semua untuk persiapanmu menghadapi Piala Dunia. Kursi malas dan meja menjadi singgasanamu bersama roko, cikopi, dan lalawuh teman memelototi kotak ajaib di setiap malam-malammu.

Saat Piala Dunia dimulai, kulihat binar di matamu seolah kau telah mendapatkan sesuatu yang selama ini kau dambakan. Sejak itu, malam-malamku menjadi sunyi sepi. Aku merana. Kau lebih suka menatap Ahn Jung-Hwan walaupun mataku jauh lebih indah ketimbang matanya yang petet. Kau terbuai oleh David Villa saat membantai Ukraina.

Aku pernah dikagetkan oleh teriakan histeris. Aku pikir telah terjadi sesuatu padamu. Ternyata kau baik-baik. Cuma gawang Yoshikatsu Kawaguchi telah dirobek-robek beruntun dalam hitungan menit oleh Cahill dan Aloisi. Kau bilang, kau merasa terhina karena ‘saudara tuamu’ dipermalukan anak bawang. Ketika Arjen Robben dengan gerak cepatnya membawa bola dan mempermalukan Serbia-Montenegro, kau berdiri melompat-lompat bagai anak kecil dikasih gulali.

Kau bilang kau bangga dengan Belanda dan kau wajib mendukungnya karena tanpa Belanda mana mungkin kita punya jalan aspal dan rel kereta api. Kau terpingkal-pingkal melihat Dragoslav Jevric memungut bola. Kau bilang, ‘Puas siah!’

Saat van Persie dan Nistelrooy merobek-merobek gawang Pantai Gading kau tersenyum penuh kebanggaan, lebih bangga dari pada melihat nilai rapor anak-anak yang ranking pertama.

Lalu, saat pertandingan selesai, kau terlelap penuh kebahagiaan di kursi malasmu. Saat kubangunkan kau untuk pindah tidur ke kamar kita, kau bilang, “Jangan ganggu aku, biarkan aku tidur di sini, aku ingin menghayalkan berjabat tangan dengan Marco van Basten.”

Tatkala negaranya Paman Bush menanggung malu, kau menitikkan air mata. Kau sedih gawang Kassey Keller dibobol striker Koller dan Rosicky, karena kau merasa berutang budi pada Amerika. Dulu kau pernah dikasih beasiswa fullbright untuk sekolah di sana.

Namun, kekecewaanmu terobati manakala striker Peter Crouch dan gelandang Steven Gerrad melontarkan bola pada detik-detik terakhir permainan ke
gawang Trinidad-Tobago. Kau terlarut dalam euforia. Kau meloncat-loncat seperti lupa pada umurmu yang sudah tunggang gunung. Dasar Kang Ujang! Kolot… kolot…bragajul!

Suamiku sayang, aku tak rela kehilanganmu. Kau mulai sering mengeluh sakit kepala dan batuk batuk. Matamu merah dan berair. Kau sering minta dikerok karena masuk angin. Kau mengubah pola tidurmu. Kau menyiksa dirimu sendiri dengan membiarkan otakmu terus bekerja, menganalisis, ikut mencari strategi membobol pertahanan lawan dari tim yang kau jagokan. Sampai kapan aku melihatmu begini?

Piala Dunia masih lama berakhir, tapi aku sudah tak sanggup lagi menghabiskan malam-malamku seorang diri. Kau bukan saja menyiksa dirimu tapi juga menyiksa diriku dengan membiarkan aku larut dalam kesepian yang mencekam.

Suamiku, akhirnya aku tidak bisa berbuat banyak selain meminta pada yang Mahakuasa, “Ya Allah, semoga tahun 2010 Piala Dunia diselenggarakan di Indonesia. Jadi, suamiku tidak akan kebingungan memilih tim kesayangannya. Persib! Amin. (ceritalucubanget.web.id)