Salah Kamar

Cerita Lucu Banget – Jalil, lulus AKABRI jurusan kepolisian dan akhirnya jadi reserse kriminil. Ayahnya, seorang pengusaha yang kenal dengan orang ‘berpangkat’ di mabe Polri. Dia menitipkan anaknya itu agar dapat dibimbing di Jakarta, supaya cepat keriernya berkembang. Orang tersebut juga setuju setelah menerima Rp1 milyar. Jalil ditugaskan di bawah asuhan langsung Dan Reskrim.

Beberapa bulan kemudian, waktu Jalil mengunjungi ayahnya, sang ayah bertanya, “Apa yang sudah kamu dapatkan dari pengalamanmu, Nak?”

“Ada, ayah. Saya punya pengalaman yang menarik” Lalu Jalil bercerita pada ayahnya.

“Pada suatu malam, kami dapat telepon dari bagian sekuriti Hotel. Rupanya di sebuah kamar ditemukan perempuan dan seorang pria mati dalam keadaan tidur dan telanjang. Mereka rupanya orang Amerika.”

“Wah! Lalu apa yang dilakukan, nak ? ” tanya si ayah kagum.

“Kami dengan tenang memakai topi dan mengambil tongkat komando, dan sebelum berangkat meneguk vodka tonik yang tersedia di sudut meja. Kami tidak pernah tergesa-gesa, Ayah. Kami selalu kalem dan lalu masuk mobil. Mobil pun berangkat ke Hotel.”

“Kami menemui manajer hotel, dan kepada kami diberitahu nomor kamar di mana insan telanjang itu kedapatan mati. Manajer kelihatan gugup, waktu ia mengantarkan kami menuju ke kamar itu. Tapi Kami sangat tenang dan gagah. Semua dilakukan dengan tanpa ribut-ribut, supaya tidak heboh di kalangan tamu hotel”

“Lalu? “, seru si ayah.

“Yah, Kami pun masuk ke kamar itu dengan tanpa mengeluarkan bunyi. Saya dan manajer hotel bersijingkat mengikuti beliau. Di dalam kamar itu, benar juga seperti yang dilaporkan, di tempat tidur terbaring tubuh seorang pria bule dan tergetelak di sebelah tubuh seorang perempuan bule, telanjang … tapi ada yang aneh dan mencurigakan”

Jalil berhenti sebentar di sini, mengambil gelas untuk minum. Bapaknya menunggu tegang.

“Apa yang aneh dan mencurigakan?”.

Jalil meneruskan ceritanya, “Yang aneh dan mencurigakan ialah bahwa kemaluan laki-laki itu ternyata masih berdiri tegak”.

“Waduh! Apa yang terjadi?”, tanya si ayah.

“Mula-mula saya tidak tahu, pak. Tapi kemudian Kami dengan tenang memukulkan keras-keras tongkat komandonya ke ujung kemaluan itu, dan …”

“Dan apa, Nak?”

“Terdengar teriak keras. Laki-laki bule itu berteriak. Ia bangkit. Juga tubuh perempuan itu tiba-tiba berdiri. Kemudian baru kami tahu bahwa rupanya kami memasuki kamar yang salah. ” (ceritalucubanget.web.id)