Sosis

Cerita Lucu Banget – Cerita bermula ketika seorang wanita Asia menikah dengan pria Inggris dan kemudian pindah ke London. Wanita itu kurang pandai berbahasa Inggris, tetapi dia mampu juga berkomunikasi dengan suaminya. Masalah baru muncul ketika dia harus berbelanja.

Suatu hari, dia pergi ke tukang daging dan ingin membeli kaki babi. Ia tidak mengerti cara menjelaskan apa yang ia mau beli, maka karena putus asa, ia mengangkat roknya, dan memperlihatkan pahanya. Si tukang daging rupanya mengerti dan ia pulang dengan kaki babi.

Continue reading “Sosis” »

Cerita Sedih di Lantai 99

Cerita Lucu Banget – Suatu hari di sebuah apartemen berlantai 100 mengalami gangguan lift, lantaran listrik mati. Sebuah keluarga penghuni apartemen lantai 100 yang baru pulang belanja ingin segera masuk ke rumah. Mereka bertiga terdiri dari Ayah, ibu dan anak.

Karena habis belanja di mall, mereka sepakat harus sampai ke lantai 100 secepatnya, karena mendekati waktu makan siang. Mereka pun sepakat naik melalui tangga ke lantai 100. Karena menurut petugas apartemen, mati lampu karena ada travo yang meledak di Jakarta dan menunggu travo pengganti yang masih diambil dari Surabaya.

Agar tidak bosan selama menaiki tangga mereka punya tiga kesepakatan, pertama, lantai 1 sampai 30 si anak harus menyanyi untuk menghibur, kedua, lantai 31 sampai 60 si ibu bercerita tentang hal yang lucu-lucu, dan ketiga dari lantai 61 sampai 100 si ayah bercerita tentang hal yang sedih.

Continue reading “Cerita Sedih di Lantai 99” »

Matematika Ala Udin

Cerita Lucu Banget – Ibu guru matematika di suatu Sekolah Dasar sedang mengajar cara berhitung kepada murid-muridnya. “Kalau seandainya kalian diberi uang 50 ribu rupiah untuk belanja barang-barang berikut ke pasar, berapa sisa uang kalian?”

Lantas sang ibu guru menuliskan di papan tulis beberapa barang berikut harganya yang mesti dibeli oleh para murid.

“1 liter minyak goreng @ Rp 8000, 3 ekor ikan @Rp 6000, dan 10 buah kue lapis @Rp 1000. Serta ongkos transpor naik mikrolet pulang-pergi Rp 6000.”

Begitu membaca soal di papan tulis tersebut, para murid segera menghitung sesuai perintah ibu guru.

Tak berapa lama kemudian, ibu guru bertanya kepada satu murid yang selama ini dikenal jago matematika.

“Andi, berapa sisa uangnya sekarang setelah dibelanjakan barang-barang tersebut, dan jangan lupa kurangi juga dengan ongkos transpor ya.”
Si Andi pun menjawab, “Sisanya tinggal Rp 10rb, bu.”

“Bagus! Kamu memang anak pandai.” Puji ibu guru. Namun entah mengapa tiba-tiba pandangan ibu guru langsung tertuju pada Udin, murid yang selama ini dikenal malas belajar, dan nilai matematikanya hancur.

“Nah, kalau menurut perhitungan kamu, sisa uangnya jadi berapa, Din?”

“Uangnya masih sisa 42 ribu rupiah, bu,” jawab Udin santai.

“Lho, bagaimana bisa, Din. Belanja segitu banyak kok cuma habis Rp 8000. Coba kamu jelaskan!”

“Begini, bu,” jawab Udin. “Pertama-tama Udin pergi ke pasar naik mikrolet bayar Rp 3000. Terus sampe di pasar Udin langsung menuju toko yang menjual minyak goreng. Di sana Udin pura-pura menjatuhkan sehelai selendang ke dalam kaleng tempat stok minyak goreng. Kemudian Udin melakukan hal yang sama ke toko yang lain. Ini Udin lakukan supaya sesampainya di rumah tuh selendang kalo di peres bisa menghasilkan kira-kira satu liter minyak goreng, bu.”

Ibu guru hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Udin, yang walaupun rada ngawur tapi lumayan masuk akal juga, pikir bu guru.

“Oh ya, Udin kebetulan pergi belanja juga mengajak kucing kesayangan Udin. Si Manis namanya. Jadi pas Udin lewat depan tukang ikan, ya Udin lepas aja tuh si Manis. Trus, dia diam-diam mengambil 3 ekor ikan, dan memberikannya ke Udin yang sudah menunggu tidak jauh dari kios ikan tersebut.”

Ibu guru manggut-manggut lagi mendengar penjelasan Udin, yang walaupun rada bikin kesel tapi patut dihargai juga kreativitas berpikirnya.

“Lalu, bagaimana dengan kue lapis?” tanya ibu guru penasaran.

Continue reading “Matematika Ala Udin” »