Mau Mancing

Cerita Lucu Banget – Pada suatu pagi di hari libur, seorang Bapak sedang asyik meruncingkan ranting bambu untuk dibuat menjadi kail. Tak lama berselang, si Udin anaknya, datang menghampiri seraya berkata: “Wah asyik…Bapak mau mancing ya ?”

“Iya, Din, rencananya nanti sore Bapak mau mancing, sekarang Bapak sedang buat kailnya”, si Bapak menjawab dengan penuh kasih sayang.

“Pak, nanti kalau dapat, ikannya buat Udin ya?,” pinta si Udin penuh harap.

“Ooo, pasti dong, nak. Buat siapa lagi kalau bukan buat kamu”, lagi-lagi si Bapak menjawab penuh rasa kasih.

“Eh Pak, tapi Udin mau makan ikannya enggak pake nasi, enaknya digadoin aja, ya..,” lanjut si Udin.

“Jangan nak, kan lebih enak dimakannya pakai nasi,” lanjut bapaknya melarang.

“Iya Pak, tapi Udin maunya digadoin, nggak pake nasi,” tambah Udin.

“Bapak bilang jangan, lebih baik pake nasi”, Si bapak nampak mulai agak kesal dengan permintaan si Udin.

“Enggak, pokoknya enggak! Udin hanya mau makan ikan digadoin”, rengek si Udin.

Continue reading “Mau Mancing” »

Ikan Terbodoh Di Dunia

Cerita Lucu Banget – Dari sekian banyak ikan yang ada di dunia ini mungkin banyak sekali yang bisa dipelajari oleh seorang pria yang gemar memelihara ikan ini.

Kebetulan pria ini kedatangan seorang teman yang sedang melihat-lihat ikan peliharaannya dan kemudian melontarkan pertanyaan kepada temannya yang memelihara banyak ikan laut itu.

Teman : “Bro, elo khan udah berpengalaman dalam hal ikan”

Pemelihara ikan : “yaa sudah lama juga sih gue usaha pelihara ikan ini”

Teman : “Kalo begitu pasti tau dong, ikan terbodoh di dunia?”

Continue reading “Ikan Terbodoh Di Dunia” »

Matematika Ala Udin

Cerita Lucu Banget – Ibu guru matematika di suatu Sekolah Dasar sedang mengajar cara berhitung kepada murid-muridnya. “Kalau seandainya kalian diberi uang 50 ribu rupiah untuk belanja barang-barang berikut ke pasar, berapa sisa uang kalian?”

Lantas sang ibu guru menuliskan di papan tulis beberapa barang berikut harganya yang mesti dibeli oleh para murid.

“1 liter minyak goreng @ Rp 8000, 3 ekor ikan @Rp 6000, dan 10 buah kue lapis @Rp 1000. Serta ongkos transpor naik mikrolet pulang-pergi Rp 6000.”

Begitu membaca soal di papan tulis tersebut, para murid segera menghitung sesuai perintah ibu guru.

Tak berapa lama kemudian, ibu guru bertanya kepada satu murid yang selama ini dikenal jago matematika.

“Andi, berapa sisa uangnya sekarang setelah dibelanjakan barang-barang tersebut, dan jangan lupa kurangi juga dengan ongkos transpor ya.”
Si Andi pun menjawab, “Sisanya tinggal Rp 10rb, bu.”

“Bagus! Kamu memang anak pandai.” Puji ibu guru. Namun entah mengapa tiba-tiba pandangan ibu guru langsung tertuju pada Udin, murid yang selama ini dikenal malas belajar, dan nilai matematikanya hancur.

“Nah, kalau menurut perhitungan kamu, sisa uangnya jadi berapa, Din?”

“Uangnya masih sisa 42 ribu rupiah, bu,” jawab Udin santai.

“Lho, bagaimana bisa, Din. Belanja segitu banyak kok cuma habis Rp 8000. Coba kamu jelaskan!”

“Begini, bu,” jawab Udin. “Pertama-tama Udin pergi ke pasar naik mikrolet bayar Rp 3000. Terus sampe di pasar Udin langsung menuju toko yang menjual minyak goreng. Di sana Udin pura-pura menjatuhkan sehelai selendang ke dalam kaleng tempat stok minyak goreng. Kemudian Udin melakukan hal yang sama ke toko yang lain. Ini Udin lakukan supaya sesampainya di rumah tuh selendang kalo di peres bisa menghasilkan kira-kira satu liter minyak goreng, bu.”

Ibu guru hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Udin, yang walaupun rada ngawur tapi lumayan masuk akal juga, pikir bu guru.

“Oh ya, Udin kebetulan pergi belanja juga mengajak kucing kesayangan Udin. Si Manis namanya. Jadi pas Udin lewat depan tukang ikan, ya Udin lepas aja tuh si Manis. Trus, dia diam-diam mengambil 3 ekor ikan, dan memberikannya ke Udin yang sudah menunggu tidak jauh dari kios ikan tersebut.”

Ibu guru manggut-manggut lagi mendengar penjelasan Udin, yang walaupun rada bikin kesel tapi patut dihargai juga kreativitas berpikirnya.

“Lalu, bagaimana dengan kue lapis?” tanya ibu guru penasaran.

Continue reading “Matematika Ala Udin” »

Gak Ada Kucing

Cerita Lucu Banget – Ada dua orang karyawan di sebuah perusahaan, namanya Tarjo dan Mukidi.

Dua orang ini sering jalan bareng ketika pulang kerja.

Untuk menghilangkan rasa takut ketika melintasi daerah angker, kemudian mereka main tebak-tebakan.

Tarjo : “Kenapa Ikan Di Laut Tidak Pernah Habis Yah? ”

Mukidi : “Memang ikan kalau punya anak banyak”

Tarjo : “Salah…”

Mukidi : “Karena ikan menganut aliran seks bebas”

Tarjo : “Wakakakaa… bukan itu jawabannya”

Mukidi : “Kalau bukan itu, apa jawabannya ?”

Tarjo  : “Karena di laut gak ada kucing” (ceritalucubanget.web.id)